Friday, December 29, 2017

Resep Resep Tongseng Kambing

Pertama kali makan dan doyan tongseng kambing yaitu ketika diajak sahabat kos aku makan tongseng di daerah jatinegara. Lupa apa nama warungnya, tapi deket sama pasar maester. Bener kata temen aku ini, kuah tongsengnya seger, dagingnya empuk dan bumbunya berasa..
Keluarga besar aku di jogja bukan pecinta kuliner berbahan kambing, jadi memang jarang ada kuliner ini di rumah. Sedangkan hubby, beliau dan keluarganya doyan banget sama yang namanya daging embek ini. Tapi setahu aku juga ga pernah bikin tongseng di rumah. Lebih sering dimasak rabek (yang juga enak..slurp!). Nah, ketika aku mencoba bikin sendiri kuliner tongseng ini, suami suka beraat. Anak-anak juga. Apalagi jikalau makan yang bab ada tulangnya, nikmaat.. Meski pedes-pedes dan harus bolak-balik minum di tengah-tengah-tengah makan, tetep aja mereka doyan. Tapi supaya bawah umur ga terlalu kepedesan, sekarang biasanya takaran cabai aku kurangi..atau kadang diganti pakai cabai merah besar yang dibuang bijinya.




Beberapa kali jikalau ada program kumpul-kumpul sama teman-teman indonesia di rumah, aku masakin tongseng ini. Saya potong kecil-kecil dagingnya, banyakin kuahnya, semoga jadi banyak, semua kebagian, hihihi.. Kata teman-teman, nendaaang rasanya. Aseli indonesah. Ya iyalah..bikinnya pake resep indonesah, hihihi..


Tongseng Kambing

Bahan-bahan:
500 gr daging kambing, potong-potong
1 batang sereh, digeprek
2 lembar daun salam
1 buah tomat besar, potong-potong
bbrp lembar daun kol, potong-potong
2 cm jahe, digeprek
5 sdm kecap manis
3 cabai merah, iris serong  tipis
700 ml santan
1 sdm air jeruk nipis

Bumbu halus:

1 buah shallot (4 butir bawang merah)
4 siung bawang putih
3 kemiri, sangrai
1 sdt ketumbar, sangrai
1/2 sdt kunyit
2 sdt garam
1 sdt gula
1/2 sdt merica

Cara membuat:

1. Tumis bumbu halus, sereh, daun salam dan jahe sampai bau dan matang. 
2. Masukkan daging kambing, aduk sampai berubah warna. Masukkan santan dan kecap. Didihkan perlahan sambil sesekali diaduk.
3. Masukkan tomat, kol sesaat sebelum diangkat. Berikan perasan jeruk nipis. Siap dihidangkan

Saya jarang menggunakan kol dalam kuliner tongseng saya. Bukan apa-apa, alasannya kol disini gede-gedee ukurannya..ga mampu beli setengah atau seperempatnya aja gtuh..Kan kalo beli sayang abisnya lama dan kadang keburu jamuran, hehe

Nah, ijo-ijonya aku pake acar aja. Biasanya aku bikin acar wortel mentimun yang tidak dimasak tapi hanya diguyur air panas saja dan tanpa cuka. Kalau pas bikin nanti aku posting insyaAllah..

Resep Dragonfly Bento


'Wooww..capuung', komentar kak Aisyah. 'Asiiik ada sosiiis', komentar Hasna. Beda anak beda fokus, hihihi.. 
Tema bento kali ini ialah dragonfly alias capung, setelah terinspirasi dari hasil browsing bento kreasi mbak Tata. Begitu lihat bento ini pribadi deh bentuk si capung nempel di kepala sebab pembuatannya yang (sepertinya) super simpel tapi mengagumkan dan memang si capung ini benar2 stands out di bento mbak Tata dengan simplicitynya. Monggo deh, lihat kreasi mbak Tata, pastilah pribadi jatuh cinta. Hihihi.. 
Dan pastinya, akan terlihat terperinci lah skill photography aku yang super ecek-ecek ini. Jauuuh dari pict mbak Tata yang flawless, bright, seger deh pokoknya. Kalo foto bento aku pasti lah burem, sebab harus dipoto pagi2 sebelum jam 8.30 sedangkan hanya mengandalkan lampu dapur seadanya. Matahari pun belum nongol meski udah jam 8 pagi kalo lagi isu terkini winter gini T_T Dan boro-boro mau cari angle yang bagus, keburu bawah umur telat nungguin bekalnya masuk tas, hehehe.. 
Plus, aku hanya pake kamera smartphone pulak.. :p
Untuk membuat capung, aku pakai wortel untuk badannya, irisan tipis buncis untuk sayapnya dan bulatan keju + nori untuk matanya. Simpel bukaan..? ^^
Untuk lauknya, aku pakai yang lagi ada saja di rumah. Sosis goreng, imitation crab, sama telor dadar yang digulung bentuk bunga. Untuk seratnya, aku susun tomat dan apel. Voila! Kaprikornus deh 2 bento capung kembar untuk kak Aisyah dan Hasna ^^ 

Resep Cocoa Brownies


And the brownies quest goes on and on.... ;p
Kali ini saya penasaran pengen mencoba best cocoa brownies dari blognya madame Patricia. Tapi saya ingat masih punya sisa homemade sour cream di kulkas yang sudah hampir seminggu tersimpan. Akhirnya, saya coba combine resep tadi sama resep cocoa brownies nya madame Stephanie dari Joy of Baking (JoB). Ingredients yang dipakai sama persis sampe takarannya, kecuali 2 bahan. Resepnya  JoB pakai sour cream dan seuprit baking powder di adonannya. Awalnya saya takut brownies nanti jadi cakey alasannya penambahan baking powder ini meski sedikit. Tapi ternyata ngga lho..

 Cocoa Brownies
Adapted from here and here

10 tablespoons (140g/1 ¼ sticks) unsalted butter
1 ¼ (250g) cups sugar - I used vanilla sugar
¾ cup + 2 tablespoons (80g) unsweetened cocoa powder (natural or Dutch-process)
¼ teaspoon salt
½ teaspoon pure vanilla extract
2 cold large eggs
½ cup (70g) all-purpose flour
1/4 cup (60 ml) sour cream
1/4 tsp baking powder

Position a rack in the middle of the oven and preheat the oven to 160°C/325°F. Line the bottom and sides of a 20cm (8in) square baking pan with parchment paper, leaving an overhang on two opposite sides.

In a medium heatproof bowl, add the butter and set on top of a large sauce pan with barely simmering water. Melt the butter, then add sugar and salt, and stir until well combined. Next add the cocoa powder and stir until mixture is smooth and hot enough that you want to remove your finger fairly quickly after dipping it in to test. Remove the bowl from the skillet and set aside briefly until the mixture is only warm, not hot.
Stir in the vanilla with a wooden spoon. Add the eggs one at a time, stirring vigorously after each one. When the batter looks thick, shiny, and well blended, add the flour and stir until you cannot see it any longer, then beat vigorously for 40 strokes with the wooden spoon or a rubber spatula. Spread evenly in the lined pan.
Bake until a toothpick plunged into the center emerges slightly moist with batter, 25 to 35 minutes. Let cool completely on a rack.
Lift up the ends of the parchment or foil liner, and transfer the brownies to a cutting board. Cut into 16 or 25 squares.

Saya tes dengan tusuk gigi saat menit ke 25, masih battery dan lembap adonan. Setelah saya tambah lagi kurleb 7-10 menit, tusuk gigi yang sudah saya masukkan ke brownies masih ada sedikiiit basah/lembab adonan disertai moist crumbs clinging on it. Kemudian saya dinginkan sampai benar-benar hambar gres saya masukkan kulkas. Menurut pecinta brownies, brownies jauh lebih enak setelah nginep di kulkas. Dan emang bener..yumm..



Lihat aja tuh, episode dalamnya super moist, slightly wet..just perfect! Kayana chewy brownies kesukaan saya juga kalah nih. Hihihi.. Kak Aisyah sekali makan ga cukup satu.. kuraaang :D Hasna pun ikutan alasannya ngiler.
Dengan baking powder aja teksturnya dense begini ya..klo ga pake kaya gimana yaaah..penasaran. Kapan2 cobain resep best cocoa brownies yang ga pake modif aah >.<

Resep Pempek (a.k.a Empek-empek) Palembang

Pempeeek... haduh, ga mampu nolak kalo ditawarin makanan satu ini. Siapa sih yang ga doyan. Sebenernya udah lama pengen bikin pempek lagi. Dulu pernah 2 kali bikin pake resepnya dapur umami. Resepnya gampang diikuti, simpel dan terang alasannya yaitu bentuknya video tutorial. Cukonya mantab, cucok lah..Pada bilang enak, rasanya 'dapet', tapi buatku tekstur pempeknya kok belom 'dapet' yah..terlalu keras dan kenyal..pengennya kenyal tapi empuk kaya pempek Mang Ilir yang di TamSis Jogja. Apa mungkin alasannya yaitu dulu kebanyakan tepung tapiokanya ya. 
Beberapa hari yang lalu kebetulan adik di jakarta ditugaskan ke palembang dan tentu saja bawa buah tangan pempek aseli palembang. Ramee..di group wa ngomongin enaknya si pempek asli ini. Kami cuma mampu gigit jari, huhuhu.. :p
Langsung deh, si ayah beli ikan pangasius fillet (frozen) sama fillet salmon, minta dibikinin pempek. Hahaha.. Oiya, aku memang ga pernah pake ikan tenggiri untuk pempek dan siomay. Waktu itu belum nemu apa gantinya, trus baca-baca katanya mampu disubstitute pake ikan apa saja yang berdaging putih. Nah disini pangasius lah ikan putih yang paling murah tapi memang rasanya plain. Supaya nampol perlu dtambahin salmon. 1:7 (100 gram ikan salmon plus 700 gram ikan putih) juga sudah berasa banget ikannya kok.. Sejak itu ga pernah penasaran nyari tenggiri lagi.

Kali ini aku penasaran pengen coba resep mba Ricke yang ini. Baca artikelnya dan komentar2nya pokoknya pribadi percaya dan yakin aja kalo resep ini bakalan jadi pempek yang enak. Dan bener lhoh, ga cuman enak, teksturnya juga empuk lembut di dalam dan garing krenyes di luar. Sukaa.. Mungkin alasannya yaitu pake biang itu ya di resepnya. Ga ngerti deh, mana yang bikin empuk, tapi pokoknya bakalan pake resep ini lagi klo mo bikin pempek. Makasih banyaak untuk ia :) 
Sebenernya pengen bikin plek kaya resep mba Ricke, tapi alasannya yaitu keterbatasan bahan, jadilah resepnya ibarat di bawah. Alhamdulillah, meski jadinya ge terang bentuknya, tapi rasanya enak dan teksturnya okeh.

Pempek Palembang

adapted from Ricke Indriani 

Bahan A

50 gr terigu
200 ml air
2 sdm garam
2 sdt gula pasir
4 siung bawang putih, haluskan
2 sdm minyak goreng

Bahan B

1 kg fillet ikan pangasius 
200 gr smoked salmon (atau fresh salmon, atau frozen salmon)
>> campuran ikan pangasius dan salmon ini mampu diganti ikan berdaging putih lainnya (tenggiri, dll)
200 ml air
1 butir telur

Bahan C

700 gr tepung tapioka
tidak semuanya terpakai, tambahkan sedikit demi sedikit sampai dirasa cukup dan mampu dibentuk.
Kemarin aku pakai hanya kurang lebih 500 gr, sisanya untuk melumuri tangan ketika membentuk pempek. 

air yang banyak untuk merebus

minyak untuk menggoreng
telur untuk isian pempek kapal selam

Bahan cuko (yang ini aku ambil dari resep dapur umami):

750 ml air
350 gr gula jawa
50 gram asam jawa
2 sdm bawang putih halus
1/2 sdm garam

Cara membuat:

1. Bahan A. Campur materi A kecuali minyak goreng. Masak di atas api kecil sampai mengental, angkat. Masukkan minyak goreng. Simpan dalam kulkas selama lebih kurang 30 menit
2. Bahan B. Thaw fillet pangasius kemudian haluskan bersama salmon dengan food processor. Saat masih dingin, campurkan air dan telur. Jika menggunakan ikan fresh (bukan dari freezer), gunakan air es
3. Keluarkan materi A dari kulkas, campurkan dengan materi B sampai rata dengan tangan.
4. Campurkan materi C (tepung tapioka) sedikit demi sedikit. Uleni dengan ujung jari asal rata, jangan lama-lama ya. Hentikan penambahan ketika adonan dirasa cukup mampu dipulung dan dibentuk.
5. Bentuk pempek sesuai impian kemudian rebus sampai mengapung. Angkat.
6. Goreng sampai kekuningan.



Cara membuat cuko:
Campurkan semua materi kemudian didihkan. Tambahkan cabai ulek kalau ingin pedas

Note:

1. Goreng ketika akan dimakan. Pengalaman kemarin, semua pempek pribadi aku goreng. Makara ada sebagian yang disimpan untuk besoknya dan ternyata jadi liat ibarat tipikal gorengan yang sudah nginep semalem. Memang mampu diangetin lagi pake microwave tapi tetep nampol kalo makannya fresh dari penggorengan. 
2. Notenya mba ricke, semakin banyak tepung sagu atau tapioka yang digunakan akan semakin kenyal atau keras
3. Notenya mba ricke lagi, kalau menginginkan cuko yang pekat, gunakan gula jawa atau gula aren asli yang berwarna pekat

Oiya, mba ricke juga pake ebi sangrai yang dihaluskan plus tongcai dalam cukonya. Kemaren aku ngga pake..soalnya ga ada. Ga ngerti juga tongcai bentuknya kaya apa. Hehehe.. Katanya sih, bikin jadi lebih enak..

Selamat mencoba ^^

Thursday, December 28, 2017

Resep Opor Ayam


Bikin opor ayam, jadi inget ibuk.. Kalo pas lagi pulang kampung ke jogja, mbah uti atau titi (panggilan sayang Hasna ke eyang putrinya) suka masakin ini. Anak-anak selalu habis banyak. Trus mamanya request Titi buat bikinin opor lagi dan lagi, sampe titi komen, 'mosok mau maem opor ayam terus tiap hari', wkwkwkw... Duh, jadi kangen titi.. >.< InsyaAllah mampu ketemu setaun lagi, yeaay.. :D

Balik ke opor ayam, opor ayam yang kuambil potonya ini aku masak beberapa hari yang lalu. Senengnyaa mampu liat wajah sumringah Aisyah sama Hasna liat mamanya masak menu favorit mereka. Kak Aisyah sampe ngitungin jam nungguin kapan jam makan berikutnya supaya mampu makan pake opor lagi. Maklum, sama mamanya ga boleh digadoin. Hihihi..
Saya suka pakein kunyit di opor..sama kaya titi, supaya warnanya ga pucet2 amat. Kalo pas lagi lebaran, kadang ditambahin sedikit blenderan cabe merah besar, supaya warnanya seolah-olah ama bikinan mertua :D

Opor Ayam
by Mama Aisyah

Bahan-bahan:
1 ekor ayam, potong-potong 12 bab (biar jadi banyak :p)
2 lembar daun salam
2 cm lengkuas (memarkan)
2 cm jahe (memarkan)
1 batang sereh (memarkan)
1 liter santan
3 sdt garam
1/2 sdt merica
1 sdt gula pasir
2 sdt gula jawa sisir
4 sdm untuk menumis

Bumbu Halus:
2 butir shallot (8 butir bawang merah)
4 siung bawang putih
4 kemiri (sangrai)
2 sdt ketumbar (sangrai)
1/8 jintan

Cara Membuat:
1. Tumis bumbu halus, daun salam, lengkuas, jahe, sereh sampai harum dan matang (kurleb 7-10 mnt)
2. Tambahkan ayam, bolak-balik sampai berubah warna
3. Tuang santan. Masukkan gula, garam, merica, gula jawa. Aduk
4. Masak sampai bumbu meresap dan ayam matang. Koreksi rasa sebelum diangkat.



Keluarga kecil aku suka banget kuliner yang kaya bumbu indonesah. Terlanjur dimanja sama kuliner mertua yang selalu rich dan enaakk. Makanya aku suka nyetok bumbu kering kaya kemiri dan ketumbar dalam jumlah banyak. Maklum belinya harus ke toko asia gede yang ga deket sama rumah. Trus pribadi aku sangrai juga dalam jumlah banyak. Tinggal siap pakai kalo lagi butuh. Hemat waktu ^^

Resep Mini Sandwich



Anak-anak lagi libur karnaval seminggu. Baru juga beberapa hari, kak Aisyah udah ngeluh, 'boseen, mah'. Hadeuh..maenan udah segambreng, diselingi nonton kartun, tetep aja bosen yah. Padahal di rumah juga ada temen maen, Hasna. Tapi tetep aja, kalo di rumah mulu bosen. Namanya juga anak-anak. Mamanya klo bawa krucil bertiga ini maen ke playground masih keder. Takut bebe Hannah rewel, padahal harus sambil ngawasin kak Aisyah ma Hasna maen. Mending tunggu weekend aja maen keluar, supaya mampu bareng ayah..
Daripada bingung, pribadi aja ajak belum dewasa maen di dapur, mumpung bebe Hannah lagi bobo. Mari kita bikin mini beef sandwich bareng-bareng :D
Semalem abis bikin steak daging cincang ala mbak Diah Didi. (di sini link resepnya mba Diah ya) Simpel dan enaak. Tapi ternyata belum dewasa lebih suka daging cincangnya dibumbuin perkedel atau semur bola daging buat emam nasi. Jadinya hasil steak dagingnya disisihin sebagian buat belum dewasa trus dibikin project mini sandwich ini aja deh :D
Caranya gampang:
1. Potong 2 keping roti tawar masing-masing jadi 4 bagian
2. Isi dengan steak daging, cheddar cheese, selada dan timun
3. Tusukkan food picks di masing-masing sandwich
et voila! jadi deh..
Anak-anak seneng, emaknya pun seneng :D


Sayang lagi ga ada tomat di kulkas..klo ditambahin potongan tomat lebih enak dan rupawan deh pasti. Tapi gini aja kak Aisy juga sukaa. Nhah, kalo Hasna suka dan semangat bikinnya doang, mo makan males liat ijo-ijonya T_T
Pas mo makan, ijo-ijonya harus disingkirin dlu >.<

Resep One Sunny Day in Brussels ^^

2 krucil lagi asik liat air mancur sambil emam eskrim..nikmaat, alhamdulillah :D
maklum, langka sinar matahari..kalo cuaca cerah pasti taman-taman kota rame orang..

sepedaan & scooter-an


hai bebe hannah..first time mejeng di taman nih yee.. :D

Resep Crab Cake (Kue Kepiting)


Crab cake..kalo diterjemahin artinya kudapan manis kepiting, kedengerannya asing ya. Kepiting kok dibuat cake/kue. Kalo liat cara liatnya, lebih asing lagi. Masa cake kok digoreng :D
Pertama kali liat sajian ini di program TV, US Master Chef Season 4 (saya penggemar berat program ini, hihihi). Di salah satu episodnya, kontestan Natasha membuat kuliner ini dan mendapat apresiasi dari om Ramsay. Apakah krn itu jadi pengen masak ini? Ga juga.. :D

Beberapa hari lalu ayah belanja ke colruyt dan pulang2 bawa 2 kaleng ini.. 

Itu juga ga ngerti awalnya mo dibikin apa. Mana sekaleng isinya cuma seuprit, 120 gram. Tapi harganya hampir kaya ayam seekor >.< Akhirnya coba browsing resep crab cake. Crab cake ialah menu populer di US dengan materi bakunya ialah daging kepiting, tepung panir/roti, telur, mayonaise dan seasoning. Biasa disajikan di atas hamburger bun (roti burger) atau open sandwich, atau diletakkan di atas piring saja. Side dish yang menemani crab cake ini biasanya kentang goreng atau salad dengan dilengkapi saus (sumber: Wiki)


Kalau mau lihat resep asli, silahkan meluncur ke link ini (allrecipes) ya. Kalau saya bikin mah, versi minimalis sajah. Ga ada materi dan ga mau repot hihihi..

Crab Cake ala Mama Aisyah

Bahan-bahan:
240 gr (2 kaleng kecil) daging kepiting kalengan, keringkan
3 sdm tepung roti (2 sdm untuk adonan, 1 sdm untuk taburan)
1 butir telur, kocok lepas
1 daun bawang, iris tipis
1 sdm mayonaise
1/2 sdt garam
1/4 sdt merica bubuk
1 sdm butter atau minyak secukupnya (untuk menggoreng)

Cara membuat:
1. Campurkan semua materi (kecuali butter/minyak). Bentuk bulat-bulat pipih.
2. Gulingkan di atas tepung roti
3. Goreng dengan butter atau minyak di kedua sisinya hingga kecoklatan. Angkat
4. Sajikan dengan saus atau mayonaise

Note:
Adonan akan mudah hancur ketika dibentuk. Tapi begitu sudah kena minyak panas/digoreng, bentuknya akan kokoh.
Menggoreng tidak hingga terendam minyak, minyak yang digunakan hanya sedikit saja.

Bagi yang pengen makan kepiting tapi lagi males ribet sama kulit kerasnya ketika makan, sajian ini salah satu pilihan yang menarik. Ga pake usaha, pribadi hap, semua daging kepiting tinggal dilahap. Guriiiihh..Hehehe
Tapi kalo saya sendiri, ngisep2 bumbu yang terperangkap di antara kulit keras kepiting kok rasanya lebih nikmat yah. Bongkar-bongkar sana sini demi secuil daging, seru rasanya. Hihihi, emang orang kurang berakal :D

Wednesday, December 27, 2017

Resep Cuanki, Siomay Ikan Kuah Khas Bandung


maaf yah, foto tidak merepresentasikan rasa. maklum, photographer amatiran >.<
4 tahun tinggal di Bandung, saya belum pernah nyobain makanan satu ini. Kemmana ajjaaa? Hehehe.. Seinget saya sih, ga ada yang jual di sekitar kampus. Apa saya yang ga ngeh kali yah :p
Kemarin begitu lihat postingan mba Diah Didi ini, lha kok jadi drooling >.< Paas ada materi ikan dan udang di kulkas, pengen bikin buat weekend kali ini.
Seperti biasa, saya menyesuaikan resep dengan selera keluarga plus materi yang ada di rumah. Kalo mau lihat resep aslinya, monggo meluncur ke resep mba Didi ini ya. Yang di bawah ini, versi yang saya pakai kemarin

Cuanki ala Mama Aisyah
adapted from Diah Didi's Kitchen

Bahan-bahan:
400 gr ikan pangasius, haluskan
100 gr udang, haluskan
200 gr tepung tapioka
1 butir shallot ukuran besar (5 butir) bawang merah, haluskan
3 siung bawang putih, haluskan
1 sdm minyak goreng
1 sdt garam
1/2 sdt merica
1 sdt gula pasir
1/2 sdm saos tiram
3 butir telur, kocok lepas
1 daung bawang, iris halus
kulit pangsit siap pakai

Cara membuat:
1. Campurkan semua materi adonan, kecuali tepung dan kulit pangsit, sampai rata.
2. Masukkan tepung, aduk sampai kalis.
3. Bagi dua, 1 bab dibentuk bola-bola dengan derma 2 sendok. 1 bab lagi dimasukkan ke dalam kulit pangsit ibarat di bawah
4. Kukus adonan yang dibentuk bola selama 20 menit. Sedangkan yang dibungkus pangsit, digoreng dalam minyak panas sampai kuning kecoklatan
Siap disajikan bersama kuah dan materi pelengkapnya

Bahan kuah:
1 ltr kaldu ayam atau kaldu sapi
1 daun bawang, iris
3 siung bawang putih, memarkan
garam, gula dan merica secukupnya
sedikit minyak untuk menumis

Pelengkap:
bawang goreng
seledri

Cara membuat kuah
1. Didihkan kaldu. Tumis bawang putih kemudian masukkan dalam didihan kaldu
2. Tambahkan gula, garam dan merica. Koreksi rasa sesuai selera.
3. Tambahkan daun bawang. Matikan api

untuk +/- 6 porsi

Cuanki disajikan dengan menyusun siomay yang dikukus bersama pangsit yang digoreng kemudian disiram kuah panas-panas. Taburi bawang goreng dan irisan seledri. Tambahkan saos sambal kalau suka. Sluuurp! Sampe rebutan sama anak-anak. Lakuuu dicemal-cemil :D

Note:
Simpan pangsit gorengnya dalam wadah tertutup biar tetap kriuk-kriuk dikala akan disajikan.

Resep Ayam Serundeng (Ayam Goreng Kelapa)



Bosen sama ayam goreng kuning atau ayam goreng krispi? Yuk, cobain bikin ayam serundeng alias ayam goreng kelapa ini. Bikinnya mudah, sama ibarat membuat ayam goreng kuning atau ayam goreng biasa tapi ditambahi parutan kelapa ketika diungkep. Kemudian, parutan kelapa nanti juga digoreng bersama ayamnya. Ayamnya jadi guriiih dan serundengnya juga krenyes-krenyes ketika masih anget. Cocok dimakan bareng nasi putih, mampu juga jadi lauk nasi kuning.

Saya biasa memakai resep dari sajian sedap untuk membuat ayam ini. Ayam, parutan kelapa dan santan sudah siap diolah, marii racik bumbunya duluu..


Berikut ya resep lengkapnya..

Ayam Goreng Kelapa
adapted from Sajian Sedap

Bahan-bahan:
1 ekor ayam (kali ini aku pakai 1kg paha ayam)
2 lembar daun salam
2 lembar daun jeruk
1 batang sereh, memarkan
200 ml santan dari 1/4 butir kelapa (saya pakai santan kemasan kara)
200 gr kelapa parut berangasan (saya pakai +/-100 gr kelapa parut kering kemasan)
minyak untuk menggoreng

Bumbu halus:
5 bawang merah (saya pakai 1 1/2 shallot)
3 bawang putih (saya pakai 6 ukuran kecil)
4 kemiri, sangrai
1 sdt ketumbar, sangrai
2 cm kunyit bakar (atau 1/2 sdt kunyit bubuk)
3 cm lengkuas (opsional)
2 sdt garam (saya pakai 1 1/2 sdt alasannya hanya untuk 1 kg ayam)
1/2 sdt merica bubuk
1 sdt gula pasir

Cara membuat:
1. Tumis bumbu halus, daun salam, daun jeruk, serai sampai harum dan matang.
2. Masukkan ayam, bolak balik sampai berubah warna
3. Tambahkan santan. Masak sambil sesekali diaduk sampai 1/2 matang (+/- 30 menit)
4. Masukkan parutan kelapa. Aduk. Masak sampai bumbu meresap dan matang
5. Goreng ayam sebentar sampai coklat kekuningan. Angkat.
6. Goreng parutan kelapa sampai kering dan coklat kekuningan. Tiriskan, taburkan di atas ayam.

Tinggal tambahin lalapan plus sambal trus dimakan sama nasi anget pake tangan. Duh, nikmat alhamdulillah :D

Resep Semur Daging Betawi

Semur daging yakni kuliner yang lumrah ditemui di Jakarta. Sajian yang khas dengan harum rempah dan rasa gurih manis kecap ini biasa dimasak dengan campuran kentang dan tomat, atau hanya daging saja. Di keluarga besar suami, semur daging jadi salah satu menu wajib lebaran. Kadang juga dimasak sehari-hari. Resep yang saya pakai ini sudah sering saya praktekkan, dan sudah tercatat rapi di cookbook. Sayang lupa euy nyatet sumbernya.. Waktu awal-awal berguru masak, saya berguru sama mbah gugel. Berbagai resep sana sini saya cobain. Yang akhirnya manteb, okeh, cocok sama pengecap kami, eksklusif saya simpen di buku catatan resep saya. Biar gampaang kalo mau bikin lagii. Sekarang, saya juga mau bagi resepnya disini..

Bahan-bahan:
600 gr daging sapi (kalau tidak suka berminyak, pakai daging yang tanpa lemak)
2 buah kentang ukuran sedang
1 buah tomat
1 1/4 liter air
5 sdm kecap manis
3 buah cengkeh
3 cm kayu manis
2 lembar salam

Bumbu halus:
1 butir shallot (5 bawang merah)
4 siung bawang putih
4 kemiri, sangrai
1 sdt ketumbar, sangrai
1/4 sdt pala bubuk
2 sdt garam
1 sdt gula pasir
1/2 sdt merica bubuk

Cara membuat:
1. Tumis bumbu halus bersama cengkeh, kayu manis dan salam sampai harum dan matang
2. Masukkan daging yang sudah dipotong2, aduk sampai berubah warna
3. Tambahkan kecap manis dan air
4. Masak sampai daging empuk, kemudian masukkan kentang. Cicipi kuahnya, koreksi sesuai selera.
5. Tambahkan tomat. Matikan api

Duluu pas awal-awal berguru masak..saya ingat, paling sebel jika dapet resep yang didalamnya tertulis: 'gula atau garam secukupnya'. Buat saya yang statusnya real beginner, resep yang ibarat itu bikin pusing. Berapakah secukupnya ituh?? Hahaha..Sekarang gres ngerti, selera orang masing-masing berbeda. Dengan seringnya masak, akan terbiasa adjust gula dan garam sehingga didapat rasa yang paling best (menurut kita). Kaprikornus mending tambahin gula garemnya dikit dulu, kalo kurang gres ditambahin sedikit-sedikit sampe ktemu rasa yang baiklah dan pas. Soalnya klo udah kebanyakan garamnya (keasinan), udah repot ngoreksinya. Tapi kalopun keasinan ya tinggal tambahin air, tapi emang jadi kurang kentel lagi.. Intinya, jangan berpaku sama takaran di atas, silahkan diadaptasi dengan selera pengecap masing2 
Memang benarlah kata pepatah, alah mampu sebab biasa..yg penting mau berguru :)
Happy weekend everyone! ^^